Manusia dan Penderitaan

 

MAKALAH MANUSIA DAN PENDERITAAN

 



DISUSUN OLEH :
PUTRI SALSABILA
1EAE21/11221604
 
DOSEN PENGAMPU :
Ibu Wuri Purnamasari

Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper atau makalah mengenai manusia dan penderitaan dalam bentuk maupun isinya yang mungkin sangat sederhana. Penulis memperhatikan materi yang ditugaskan oleh dosen pengampu mata kuliah sebagai isi dari makalah ini. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi penulisan dan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar dengan dosen pengampu Ibu Wuri Purnamasari.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna serta banyak kekurangan dalam penyusunan makalah. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap bahwa makalah ini dapat bermanfaat dan juga dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

 

                                                                                           Jakarta, 13 Oktober 2021

 

 

 

 

 

                                                                                                      Penulis

 

DAFTAR ISI

.. 4

KATA PENGANTAR 

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Penderitaan

2.2 Contoh-Contoh Penderitaan

2.3 Pengertian Siksaan

2.3.1 Contoh Siksaan Bersifat Psikis

2.4 Penyebab Seseorang Ketakutan

2.5 Kekalutan Mental 

2.5.1 Gejala-Gejala Permulaan Kekalutan Mental

2.5.2 Tahap-Tahap Gangguan Kejiwaan 

2.5.3 Sebab-Sebab Terjadinya Kekalutan Mental

2.6 Penyebab Terjadinya Penderitaan

2.7 Pengaruh Penderitaan

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penderitaan merupakan suatu keniscayaan yang mana setiap orang pasti mengalaminya dengan berbagai bentuk, mulai dari  penderitaan yang ringan hingga penderitaan yang berat yang bahkan bisa membuat seseorang frustasi dan putus asa dalam menjalani hidupnya. Manusia adalah makhluk yang berakal budi dan berbudaya di mana denan akal budi dan budayanya itu manusia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam dirinya.

Kepada manusia sebagai homo religius, Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk ciptaannya yang lain tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya?. Bagi manusia yang tebal imannya, musibah yang dialaminya dapat cepat menyadarkan dirinya untuk bertaubat dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhimya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.

1.2  Rumusan Masalah

1.  Apa definisi dari suatu penderitaan?

2.    Apa saja contoh-contoh penderitaan?

3.    Apa maksud dari siksaan dan contohnya?

4.    Apa penyebab seseorang merasa ketakutan?

5.    Apa itu kekalutan mental dan bagaimana gejala, tahap, serta penyebabnya?

6.    Apa saja penyebab terjadinya penderitaan?

7.    Apa pengaruh dari suatu penderitaan?

1.3  Tujuan

1.    Dapat memahami maksud dari penderitaan.

2.    Mengetahui contoh-contoh dari penderitaan itu seperti apa.

3.    Memahami apa itu penderitaan dan contoh-contohnya.

4.    Untuk mengetahui penyebab munculnya rasa ketakutan dari seseorang.

5.    Untuk mengetahui mengenai kekalutan mental.

6.    Untuk memahami sebab-sebab penderitaan.

7.    Dapat mengetahui pengaruh dari penderitaan.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita yang mana kata derita berasal dari bahasa sansekerta “dhra” artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan juga kebahagiaan.

Baik dalam Al-Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut sehingga manusia mengalami penderitaan. Hal itu misalnya dalam surat Al-Insyiqoq:6 dinyatakan "manusia ialah mahluk yang hidupnya penuh perjuangan. Ayat tersebut diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya.

2.2 Contoh-Contoh Penderitaan

a.   Kemiskinan

Salah satu penderitaan yang sulit untuk dihindari bila tidak ada usaha dari si penderita. Kebanyakan seseorang mengeluh akan kemiskinan yang ia  derita, tanpa berpikir untuk bangkit dan mancari cara untuk keluar dari kemiskinan tersebut. Asalkan ada kemauan, usaha, serta doa pastilah seseorang dapat keluar dari kemiskinan.

b.    Bencana

Tidak ada yang dapat menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT. Bencana yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya seperti sedia kala.

c.     Kehilangan pekerjaan

Untuk kepala rumah tangga, kehilangan pekerjaan tentunya menjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana ia bisa menghidupi seluruh keluarganya apabila ia tidak memiliki penghasilan lagi. Apalagi saat ini mencari pekerjaan yang layak sangatlah sulit. Terkadang tenaga yang telah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Akibat dari penderitaan ini bisa saja menyebabkan kemiskinan.

2.3 Pengertian Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani nantinya akibat dari siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.

Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar seperti mengenai siksaan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan, dan sebagainya serta disertai gambar si korban.

2.3.1 Contoh Siksaan Bersifat Psikis

1.    Kebimbangan dialami oleh seseorang apabila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil, misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya, ia akan cepat mengambil suatu keputusan sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.

2.    Kesepian yang dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seseorang tidak terus menerus merasakan penderitaan batin. Pada umumnya orang yang dapat dijadikan "kawan duka" adalah orang yang dapat mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya itu. Selain mencari kawan, seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan suatu kesibukan.

3.    Ketakutan ialah bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Apabila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang rnemiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya tetapi pada beberapa orang, ketakutan itu sesdemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu.

2.4 Penyebab Seseorang Ketakutan

a.    Claustrophobia dan Agoraphobia

Cloustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Sedangkan agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.

b.    Acrophobia

Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang tinggi, misalnya seseorang harus melewati jembatan yang sempit, sedangkan dibawahnya ada air yang mengalir deras.

c.     Kegelapan

Suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Sebab pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya hantu atau pencuri. Orang yang seperti itu membuat ruangan tempat tidurnya selalu menyalakan lampu yang terang.

d.    Kesakitan

Ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Seseorang yang takut diinjeksi sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan ke dalam tubuhnya. Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.

e.     Kegagalan

Ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta kembali karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pemah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.

2.5 Kekalutan Mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

2.5.1 Gejala-Gejala Permulaan Kekalutan Mental

a.     Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.

b.    Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, serta mudah marah.

2.5.2 Tahap-Tahap Gangguan Kejiwaan

a.     Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya

b.    Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif yaitu mundur atau lari sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan masalahnya sehingga tidak menekan perasaannya.

c.     Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

2.5.3 Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental

a.     Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna; hal-hal tersebut sering menyebabkan seseorang merasa rendah diri secara berangsur-angsur dan akan menyudutkan kaedudukannya serta menghancurkan mentalnya.

b.    Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma yang berbeda antara seseorang dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga, misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota.

c.     Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

2.6 Penyebab Terjadinya Penderitaan

1.    Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.

Terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk tetapi itu dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.

Contohnya yaitu perbuatan buruk orang tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan.

    2.    Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan

Kesabaran, tawakal, dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Contohnya adalah seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang tetapi karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhimya memperoleh gelar Doktor di Universitas Sorbonne Perancis, ia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.

2.7 Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, dan ingin bunuh diri. Sedangkan sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

              Penderitaan adalah awal dari suatu kesuksesan dan merupakan resiko hidup karena hidup di dunia ini bagaikan roda yang berputar. Sesekali kita di tempatkan ditempat yang paling bawah serta sesekali pula kita bisa di tempatkan di paling atas. Hal itu diberikan Allah SWT semata-mata untuk kebaikan kita. Hal ini dimaksudkan agar manusia sadar dan senantiasa bersyukur atas apa yang telah dibelikan oleh-Nya.

          Contoh peristiwa mengenai penderitaan dan ketakutan akan sesuatu hal sudah banyak terjadi di kehidupan sekitar kita. Bahkan kekalutan mental pun tanpa kita ketahui sudah banyak orang yang merasakan hal tersebut dengan berbagai macam pengaruhnya. Hal itu dapat kita atasi asal pribadi kita mau untuk mengubahnya serta mau untuk selalu berfikir positif kedepannya.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwasanya makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi penyempurnaan akan makalah ini di masa depan.

Demikian makalah ini, penulis berharap penulisannya dapat diterima dengan baik oleh para pembaca dan juga diharapkan makalah yang sudah dibuat dapat bermanfaat bagi penulis sendiri bahkan masyarakat luas.

 

DAFTAR PUSTAKA

Manusia dan Penderitaan. (2020, Maret 17). Retrieved from stie-igi.ac.id: https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/06/senen-22-juni-jam-09-budaya-dasar-antonius.pdf

Pengertian dan Contoh Penderitaan. (2016, April 10). Retrieved from immanuelangga.blogspot.com: http://immanuelangga.blogspot.com/2016/04/pengertian-serta-contoh-penderitaan.html

 

 

 

Komentar

Postingan Populer