Manusia dan Cinta Kasih
MAKALAH MANUSIA DAN CINTA KASIH
DISUSUN
OLEH :PUTRI
SALSABILA1EAE21/11221604 DOSEN
PENGAMPU :Ibu
Wuri PurnamasariFakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Jurusan Manajemen
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia berasal dari kata “manu”
(Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, makhluk yang berakal budi
(mampu menguasai makhluk lain). Adapun
definisi secara istilah, manusia ialah sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia
juga merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya
yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan,
perkembangan, mati, dan seterusnya, serta berinteraksi dengan alam dan
lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Sebagai makhluk individual manusia memiliki sifat khas yang berbeda
dengan yang lainnya, memiliki perbedaan sendiri dalam memilih
keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan bahkan cita-cita yang kemungkinan
besar berbeda dengan yang lainnya.
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki keinginan untuk hidup bersama,
bermasyarakat, berkelompok, dan hidup bergotong royong saling membantu antar
sesama karena mereka tidak bisa hidup sendiri dan tentu masih membutuhkan
pertolongan orang lain.
Menurut
kamus bahasa Indonesia W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka
atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh
belas kasihan. Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata
kasih memperkuat rasa cinta kepada sesorang dan cinta kasih bisa juga diartikan
sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang juga disertai dengan menaruh
belas kasih.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
saja unsur-unsur serta bentuk-bentuk dari cinta?
2. Apa
saja yang termasuk tingkatan dalam cinta?
3. Bagaimana
cinta menurut ajaran agama?
4. Apa
saja contoh mengenai kasih sayang?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui unsur-unsur dan bentuk-bentuk yang terdapat dalam cinta.
2. Untuk
mengetahui apa saja tingkatan dalam cinta.
3. Dapat
memahami cinta menurut ajaran agama.
4. Dapat
mengetahui contoh-contoh tentang kasih sayang.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Unsur-Unsur Cinta
Dr. Sarlito W. Sarwono menjelaskan pengertian
cinta yang mana menurutnya cinta itu memiliki 3 unsur yaitu :
1. Keterikatan
Adanya
perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi
dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
2. Keintiman
Adanya
kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara Anda dengan pasangan
sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu, dan saudara
justru digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan
sebagainya.
3. Kemesraan
Adanya rasa ingin
membelai dan dibelai, rasa kangen ataupun rindu muncul ketika jauh juga lama
tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
2.2 Bentuk-Bentuk Cinta
1. Eros,
kata ini berasal dari dewa mitologi Yunani yang merupakan dewa cinta. Eros
adalah cinta manusia semata dan diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dalam
objeknya. Eros ialah cinta yang tumbuh dari seseorang kepada yang lain.
2. Storge,
ikatan alami antara ibu dan anak, bapak, anak-anak, serta saudara. William
Barclay menyebutkan, “kita tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara
kita; darah lebih kental daripada air” (N.T. Words, 1974).
3. Philia,
setingkat lebih tinggi dari eros, berhubungan kejiwa daripada tubuh yang
merupakan cinta antar sahabat. Menyentuh kepribadian manusia intelektual,
emosi, dan kehendak, juga melibatkan saling berbagi. Cinta timbul dari
perhatian dan kebersamaan. Ada sedikit eros dalam philia. Kita memilih teman
karena kesenangan yang bisa kita dapatkan dari mereka. Ada kualitas pribadi
dalam mereka yang kita hargai, kepintaran dan ketertarikan budaya, dan ekspresi
diri yang saling memuaskan.
2.3 Tingkatan Cinta
1. Cinta tingkat tertinggi
Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, tak diragukan lagi bahwa seorang yang
telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya ia akan mencurahkan segala
cintanya hanya kepada Tuhan karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang Maha
Sempurna, Maha Indah dan Maha Agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki
kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati
itulah yang harus diikuti.
2. Cinta tingkat menengah
Cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan
jiwa serta dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga,
kekerabatan, atau persahabatan. Seseorang inilah akan terbentuk perasaan kasih
sayang juga cinta dari seseorang terhadap orang lain, seperti seorang anak
terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap
istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap
sanak saudara dan keluarganya, cinta seseorang terhadap sahabatnya, atau
seorang penduduk pada tanah airnya.
3. Cinta tingkat terendah
Cinta
yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan
karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam, yaitu: cinta
kepada thagut (syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan), cinta
berdasarkan hawa nafsu, cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua,
anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
2.4 Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri
Erat
kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk tetap hidup, mengembangkan
potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Jadi ia mencintai sesuatu yang
membuat dirinya menjadi lebih baik
Diantara gejala yang
menunjukkan kecintan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang
sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan
memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.
(QS, al-Adiyat, 100:8)
Namun hendaknya cinta
manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya
cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta
berbuat kebajikan kepada mereka.
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian, ketentraman, serta
keharmonisan dengan orang lain. Setiap manusia harus menghilangkan sifat egois
atau ingin menang sendiri dan juga membatasi rasa cintanya kepada diri sendiri.
Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta
mencintai seperti cinta mereka terhadap diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan
keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga
dan dari keluarga terbentuk masyarakat serta bangsa. Islam mengakui dorongan
seksual dan tidak mengingkarinya. Sebab ini merupakan emosi alamiah dalam siri
manusia yang tidak dilingkari, tidak ditentang ataupun ditekan. Tapi di Islam
hubungan ini hanya boleh dilakukan secara sah yaitu melalui “perkawinan”.
4. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh
ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya,
maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah
dorongan fisiologis seperti halnya dorongan ke ibuan, melainkan dorongan
psikis.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as.
Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan
penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas rasa.
5. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah
cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat,
pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam tindakan dan tingkah lakunya, semua
tingkah laku dan tindakan ditujukan kepada Allah.
6. Cinta Kepada Rasul
Rasul
merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun
berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan
sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah
Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh
penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya
petunjuk.
2.5 Contoh-Contoh Tentang Kasih Sayang
·
Cinta kasih antar orang tua dan anak : orang tua yang memperhatikan dan memenuhi
kebutuhan anaknya berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka
selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian
hari.
·
Cinta kasih antara pria dan wanita : seseorang pria menaruh perhatian terhadap
seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan
seuntaian mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
·
Cinta kasih antara manusia : apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah
kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu
menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
·
Cinta kasih antara manusia dan Tuhan : apabila seorang taat beribadah, menurut
perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih
kepada Tuhan penciptanya.
·
Cinta kasih manusia terhadap lingkungan : apabila seseorang
menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu
di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan
secara semena-mena dapat dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau
menyayangi lingkungan hidupnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cinta
kasih adalah suatu perasaan ingin memberikan kasih sayang, perlindungan,
kenyamanan, kebahagiaan, serta ketentraman kepada seseorang secara tulus dan ikhlas
tanpa ada paksaan atau tuntutan juga tanpa berharap imbalan apapun. Cinta kasih
bersifat universal, kita dapat memberikan cinta kasih kita kepada siapa saja.
Misalkan orangtua, keluarga, teman, pacar dan orang-orang sekitar.
Rasa
cinta pun terdapat unsur-unsur dalam artiannya dan juga adanya tingkatan kasih sayang
yang kita berikan kepada seseorang. Ajaran agama juga menjelaskan makna cinta seperti
apa serta tujuan cinta itu diberikan kepada siapa.
3.2 Saran
Penulis
menyadari bahwasanya makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi
penyempurnaan akan makalah ini di masa depan.
Demikian makalah ini,
penulis berharap penulisannya dapat diterima dengan baik oleh para pembaca dan juga
diharapkan makalah yang sudah dibuat dapat bermanfaat bagi penulis sendiri
bahkan masyarakat luas.
DAFTAR PUSTAKA
Manusia dan Cinta Kasih. (2017, April 24). Retrieved from
ekuilaz.wordpress.com:
https://ekuilaz.wordpress.com/2017/04/24/manusia-dan-cinta-kasih/
Unsur Cinta Kasih. (2015, April 12). Retrieved from gilangfaqqih.blogspot.com:
http://gilangfaqqih.blogspot.com/2015/04/ilmu-budaya-dasar-unsur-cinta-kasih_12.html
Komentar
Posting Komentar