Manusia dan Cinta Kasih

MAKALAH MANUSIA DAN CINTA KASIH


DISUSUN OLEH :
PUTRI SALSABILA
1EAE21/11221604
 
DOSEN PENGAMPU :
Ibu Wuri Purnamasari

Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper atau makalah mengenai manusia dan cinta kasih dalam bentuk maupun isinya yang mungkin sangat sederhana. Penulis memperhatikan materi yang ditugaskan oleh dosen pengampu mata kuliah sebagai isi dari makalah ini. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi penulisan dan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar dengan dosen pengampu Ibu Wuri Purnamasari

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna serta banyak kekurangan dalam penyusunan makalah. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap bahwa makalah ini dapat bermanfaat dan juga dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

 

                                                                                                                 Jakarta, 11 Oktober 2021

 

 

 

 

 

                                                                                                                              Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Unsur-Unsur Cinta

2.2 Bentuk-Bentuk Cinta

2.3 Tingkatan Cinta

2.4 Cinta Menurut Ajaran Agama

2.5 Contoh-Contoh Tentang Kasih Sayang

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).  Adapun definisi secara istilah, manusia ialah sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia juga merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.

Sebagai makhluk individual manusia memiliki sifat khas yang berbeda dengan yang lainnya, memiliki perbedaan sendiri dalam memilih keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan bahkan cita-cita yang kemungkinan besar berbeda dengan yang lainnya.

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki keinginan untuk hidup bersama, bermasyarakat, berkelompok, dan hidup bergotong royong saling membantu antar sesama karena mereka tidak bisa hidup sendiri dan tentu masih membutuhkan pertolongan orang lain.

Menurut kamus bahasa Indonesia W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada sesorang dan cinta kasih bisa juga diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang juga disertai dengan menaruh belas kasih.

1.2  Rumusan Masalah

1.    Apa saja unsur-unsur serta bentuk-bentuk dari cinta?

2.    Apa saja yang termasuk tingkatan dalam cinta?

3.    Bagaimana cinta menurut ajaran agama?

4.    Apa saja contoh mengenai kasih sayang?

1.3  Tujuan

1.    Untuk mengetahui unsur-unsur dan bentuk-bentuk yang terdapat dalam cinta.

2.    Untuk mengetahui apa saja tingkatan dalam cinta.

3.    Dapat memahami cinta menurut ajaran agama.

4.    Dapat mengetahui contoh-contoh tentang kasih sayang.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Unsur-Unsur Cinta

Dr. Sarlito W. Sarwono menjelaskan pengertian cinta yang mana menurutnya cinta itu memiliki 3 unsur yaitu :

1.    Keterikatan

Adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.

2.    Keintiman

Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara Anda dengan pasangan sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu, dan saudara justru digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.

3.    Kemesraan

Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen ataupun rindu muncul ketika jauh juga lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.

2.2 Bentuk-Bentuk Cinta

1.    Eros, kata ini berasal dari dewa mitologi Yunani yang merupakan dewa cinta. Eros adalah cinta manusia semata dan diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dalam objeknya. Eros ialah cinta yang tumbuh dari seseorang kepada yang lain.

2.    Storge, ikatan alami antara ibu dan anak, bapak, anak-anak, serta saudara. William Barclay menyebutkan, “kita tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara kita; darah lebih kental daripada air” (N.T. Words, 1974).

3.    Philia, setingkat lebih tinggi dari eros, berhubungan kejiwa daripada tubuh yang merupakan cinta antar sahabat. Menyentuh kepribadian manusia intelektual, emosi, dan kehendak, juga melibatkan saling berbagi. Cinta timbul dari perhatian dan kebersamaan. Ada sedikit eros dalam philia. Kita memilih teman karena kesenangan yang bisa kita dapatkan dari mereka. Ada kualitas pribadi dalam mereka yang kita hargai, kepintaran dan ketertarikan budaya, dan ekspresi diri yang saling memuaskan.

2.3 Tingkatan Cinta

1.    Cinta tingkat tertinggi

Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, tak diragukan lagi bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang Maha Sempurna, Maha Indah dan Maha Agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti.

2.    Cinta tingkat menengah

Cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat. Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa serta dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Seseorang inilah akan terbentuk perasaan kasih sayang juga cinta dari seseorang terhadap orang lain, seperti seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan keluarganya, cinta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah airnya.

3.    Cinta tingkat terendah

Cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam, yaitu: cinta kepada thagut (syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan), cinta berdasarkan hawa nafsu, cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.

2.4 Cinta Menurut Ajaran Agama

1.    Cinta Diri

Erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk tetap hidup, mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Jadi ia mencintai sesuatu yang membuat dirinya menjadi lebih baik

Diantara gejala yang menunjukkan kecintan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. (QS, al-Adiyat, 100:8)

Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

2.    Cinta Kepada Sesama Manusia

Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian, ketentraman, serta keharmonisan dengan orang lain. Setiap manusia harus menghilangkan sifat egois atau ingin menang sendiri dan juga membatasi rasa cintanya kepada diri sendiri. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka terhadap diri sendiri.

3.    Cinta Seksual

Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga dan dari keluarga terbentuk masyarakat serta bangsa. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Sebab ini merupakan emosi alamiah dalam siri manusia yang tidak dilingkari, tidak ditentang ataupun ditekan. Tapi di Islam hubungan ini hanya boleh dilakukan secara sah yaitu melalui “perkawinan”.

4.    Cinta Kebapakan

Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan ke ibuan, melainkan dorongan psikis.

Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas rasa.

5.    Cinta Kepada Allah

Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam tindakan dan tingkah lakunya, semua tingkah laku dan tindakan ditujukan kepada Allah.

6.    Cinta Kepada Rasul

Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

2.5 Contoh-Contoh Tentang Kasih Sayang

·      Cinta kasih antar orang tua dan anak : orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian hari.

·      Cinta kasih antara pria dan wanita : seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntaian mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.

·      Cinta kasih antara manusia : apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.

·      Cinta kasih antara manusia dan Tuhan : apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.

·      Cinta kasih manusia terhadap lingkungan : apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena dapat dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.


BAB III
PENUTUP

            3.1 Kesimpulan

Cinta kasih adalah suatu perasaan ingin memberikan kasih sayang, perlindungan, kenyamanan, kebahagiaan, serta ketentraman kepada seseorang secara tulus dan ikhlas tanpa ada paksaan atau tuntutan juga tanpa berharap imbalan apapun. Cinta kasih bersifat universal, kita dapat memberikan cinta kasih kita kepada siapa saja. Misalkan orangtua, keluarga, teman, pacar dan orang-orang sekitar.

Rasa cinta pun terdapat unsur-unsur dalam artiannya dan juga adanya tingkatan kasih sayang yang kita berikan kepada seseorang. Ajaran agama juga menjelaskan makna cinta seperti apa serta tujuan cinta itu diberikan kepada siapa.

3.2 Saran

              Penulis menyadari bahwasanya makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi penyempurnaan akan makalah ini di masa depan.

Demikian makalah ini, penulis berharap penulisannya dapat diterima dengan baik oleh para pembaca dan juga diharapkan makalah yang sudah dibuat dapat bermanfaat bagi penulis sendiri bahkan masyarakat luas.


DAFTAR PUSTAKA

Manusia dan Cinta Kasih. (2017, April 24). Retrieved from ekuilaz.wordpress.com: https://ekuilaz.wordpress.com/2017/04/24/manusia-dan-cinta-kasih/

Unsur Cinta Kasih. (2015, April 12). Retrieved from gilangfaqqih.blogspot.com: http://gilangfaqqih.blogspot.com/2015/04/ilmu-budaya-dasar-unsur-cinta-kasih_12.html

 



Komentar

Postingan Populer